Bawa oleh-oleh dari Jepang jadi lebih tenang dengan aplikasi yang bisa membantu mengidentifikasi produk makanan atau minuman yang halal.

Jalan-jalan ke Jepang rasanya belum lengkap kalau pulang tanpa membawa oleh-oleh. Ada banyak pilihan menarik yang bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh, mulai dari snack, cokelat, biskuit, permen, hingga makanan khas Jepang.
Tapi bagi travelers Muslim, memilih oleh-oleh makanan tidak selalu semudah melihat kemasan yang menarik. Beberapa kemasan produk menggunakan tulisan Jepang yang sulit untuk diketahui komposisinya. Belum lagi adanya bahan seperti gelatin, alkohol, mirin, ataupun bahan lainnya yang perlu diperhatikan.
Untungnyam sekarang sudah tersedia aplikasi yang dapat memudahkan wisatawan untuk mengecek bahan atau komposisi sebelum membeli.
Tantangan Membeli Oleh-Oleh di Jepang
Seiring perkembangan zaman, Jepang memang perlahan sudah semakin ramah bagi wisatawan Muslim. Namun, tidak semua produk makanan yang dijual di supermarket atau minimarket memiliki label halal.
Dilansir dari website gulman halal food, peraturan pelabelan suatu produk makanan yang diwajibkan di Jepang adalah terkait informasi alergen seperti gandum, telur, produk susu, dan lainnya, bukan berdasarkan status halal.
Selain itu, di Jepang juga sudah sangat umum menggunakan bahan yang berasal dari daging atau lemak Babi, alkohol dan fermentasi nya yang tentu berstatus haram dikonsumsi bagi Muslim. Karena itu, mengecek komposisi sebelum membeli bisa menjadi langkah penting, terutama jika produk tersebut akan dijadikan oleh-oleh untuk keluarga atau teman.
Baca Juga : Hati – Hati! Ini Tips Saat Membeli Makanan di Jepang
1. Halal Gourmet Japan

Salah satu aplikasi yang bisa membantu travelers adalah Halal Gourmet Japan. Aplikasi ini memiliki fitur “Halal Lens”, yang dapat digunakan untuk memindai barcode produk atau membaca informasi komposisi menggunakan kamera handphone.
Setelah produk dipindai, Halal Lens akan memberikan indikasi dalam beberapa kategori sehingga pengguna bisa lebih mudah memahami apakah produk tersebut layak dipilih atau membutuhkan perhatian lebih. Ada tiga kategori utama yang digunakan, yakni:
- Muslim Friendly yakni produk tidak ditemukan mengandung bahan haram.
- Be Careful yakni terdapat bahan yang perlu diperhatikan atau memiliki status yang membutuhkan pertimbangan lebih lanjut.
- Forget It untuk produk tidak halal.
Fitur ini sangat berguna ketika kamu sedang berburu oleh-oleh di konbini atau supermarket Jepang. Jika menemukan produk dengan kemasan yang menarik, tetapi seluruh komposisi menggunakan bahasa Jepang, kamu bisa langsung scan produk tersebut.
2. Halal Japan

Aplikasi ini juga menyediakan fitur barcode scanner yang memungkinkan pengguna mengecek produk makanan Jepang dengan memindai barcode pada kemasan. Hasil pemeriksaannya memberikan indikator seperti Halal, Doubtful, atau Haram, serta dapat menunjukkan bahan yang menjadi perhatian.
Indikator Halal (berwarna hijau)
Status ini menandakan bahwa produk aman dikonsumsi oleh umat Muslim yang terbagi dalam 3 kategori yakni:
- Halal Level 1 (H1) sebagai produk yang sudah bersertifikat halal resmi dari lembaga sertifikasi halal yang diakui.
- Halal Level 2 (H2) sebagai produk bebas dari bahan haram dan 100% bebas dari turunan bahan hewani non-halal.
- Halal Level 3 (H3) sebagai penanda bahwa Jalur produksi berbagi dengan bahan hewani non-halal, tetapi mesin atau jalurnya sudah dibersihkan secara benar untuk mencegah kontaminasi silang.
Indikator Doubtful/diragukan (berwarna kuning)
Status ini menyarankan kehati-hatian karena komposisi atau kejelasan bahan belum sepenuhnya terbuka.
Indikator Haram (berwarna merah)
Status ini menunjukkan bahwa produk terbukti mengandung bahan atau proses yang tidak halal. Terbagi kedalam 2 kategori, yakni:
- Haram Level 1 (HR1) sebagai Produk secara jelas mengandung bahan non-halal seperti babi, bahan hewani non-halal, atau alkohol/minuman keras.
- Haram Level 2 (HR2) yakni jalur produksi produk ini terkontaminasi secara langsung dengan bahan hewani non-halal.
Baca Juga : Cari Makanan Halal di Luar Negeri? Ini Solusinya!
Hasil Scan Bukan Sebagai Sertifikasi Halal
Meski barcode scanner sangat praktis, fitur ini sebaiknya digunakan sebagai alat bantu, bukan dianggap sebagai pengganti sertifikasi halal resmi. Misalnya, Halal Gourmet Japan memiliki kategori “Be Careful” untuk kondisi tertentu yang membutuhkan pertimbangan. Ada pula keterbatasan dalam informasi bahan yang tercantum pada label serta kemungkinan proses produksi yang perlu diperhatikan. Jadi pastikan kamu tetap melakukan pengecekan tambahan dan pertimbangkan sertifikasi halal atau informasi resmi dari produsen jika tersedia.
Sudah siap berburu oleh-oleh dari Jepang? Tapi sebelum itu, untuk pergi liburan ke Jepang pastikan kamu ikut trip bareng Vcation ya!




[…] Baca Juga : Aplikasi Penting Untuk Cari Oleh-Oleh Halal di Jepang! […]
[…] Baca Juga : Aplikasi Penting Untuk Cari Oleh-Oleh Halal di Jepang! […]