Kenapa Bangunan Mesir Didominasi Warna Krem? Ini Faktanya!

Mengapa hampir semua bangunan di Mesir berwarna krem? Simak alasan ilmiah, sejarah, dan aturan pemerintah yang membuat warna ini mendominasi.

Gambar 1. Bangunan di Mesir didominasi warna krem

Satu hal yang akan kamu sadari ketika mengunjungi Mesir adalah tatanan bangunan mulai dari Cairo hingga Giza didominasi warna krem, coklat muda, atau warna pasir. Ternyata, pemilihan warna ini bukan sekadar soal selera, tetapi dipengaruhi oleh sejarah, kondisi alam, hingga kebijakan pemerintah.

Alasan Bangunan Mesir Berwarna Krem

1. Material Bangunan Alami Berwarna Krem 

Gambar 2. Material batuan alami di Mesir (limestone)

Sejak ribuan tahun lalu, masyarakat Mesir membangun rumah dan bangunan menggunakan material yang tersedia di sekitar mereka. Mulai dari batu kapur (limestone), batu pasir (sandstone), bata tanah liat (mud brick), hingga campuran tanah dan jerami. 

Material tersebut secara alami memiliki warna krem, coklat muda, hingga kekuningan. Karena warnanya sudah menyerupai pasir gurun, banyak bangunan tidak memerlukan lapisan cat tambahan. 

Bahkan, Piramida Giza pada awal pembangunannya juga dilapisi batu kapur putih yang memantulkan cahaya matahari sehingga tampak sangat terang dari kejauhan. Seiring waktu, sebagian besar lapisan tersebut hilang akibat polusi, gempa bumi, cuaca, dan aktivitas manusia.

Baca Juga : Benarkah 85% Kota Petra Masih Terkubur Di Dalam Tanah?

2. Warna Krem dapat Mengurangi Panas

Gambar 3. Bangunan krem di Egypt, Mesir 

Mesir terletak di kawasan padang pasir di bagian utara benua Afrika yang memiliki curah hujan tahunan yang rendah dengan sinar matahari sepanjang tahun. Dilansir dari website britannica.com  suhu musim panas di Mesir dapat mencapai lebih dari 41°C. 

Dalam ilmu fisika, warna terang dapat memantulkan lebih banyak sinar matahari dibandingkan warna gelap yang justru menyerap panas. Itulah sebabnya warna krem menjadi pilihan yang efektif untuk membantu menjaga suhu di dalam bangunan tetap lebih nyaman di wilayah Mesir. 

3. Debu Gurun Lebih Mudah Membuat Cat Kotor 

Mesir berada di kawasan gurun Sahara yang sangat luas. Angin gurun hampir setiap hari membawa pasir dan debu halus yang menempel pada bangunan. Jika rumah dicat dengan warna cerah, seperti putih, biru, pink, hijau, dan warna terang lainnya yang sering ditemui di wilayah tropis termasuk Indonesia, dinding akan lebih cepat terlihat kusam dan kotor. Sebaliknya, warna krem justru mampu menyamarkan debu sehingga bangunan tetap tampak bersih meskipun tidak sering dicat ulang. 

4. Kebijakan Pemerintah dalam Penentuan Warna Bangunan

Dilansir dari website ArabNews.com, pemerintah Mesir melalui sejumlah pemerintah daerah, termasuk di Kairo dan Giza, mendorong program penyeragaman tampilan bangunan dengan mengecat fasad menggunakan warna-warna netral seperti krem atau beige pada tahun 2019. 

Kebijakan ini merupakan bagian dari program penataan kota untuk mempercantik kawasan perkotaan, mengurangi kesan bangunan yang belum selesai, sekaligus menciptakan identitas visual yang lebih seragam, terutama di kawasan yang menjadi tujuan wisata.

Baca Juga : Paket Tour Aqso Yang Wajib Masuk Wishlist Umat Muslim

Maka dapat ditarik kesimpulan, dominasi warna krem pada bangunan di Mesir merupakan hasil perpaduan banyak faktor. Bukan hanya mementingkan keindahan, tapi warna ini menjadi solusi terbaik terhadap kondisi alam, efisiensi perawatan, sekaligus mencerminkan sejarah panjang peradaban Mesir. 

Gambar 4. Dokumentasi Sahabat Vcation di Program Jejak Rosul

Sahabat, kalau ingin melihat langsung keindahan Piramida Giza sekaligus menyusuri jejak peradaban Islam di Mesir, program Jejak Rosul dari Vcation bisa jadi pilihan yang tepat.

Dalam perjalanan ini, Sahabat tidak hanya menikmati destinasi ikonik, tetapi juga mengunjungi berbagai tempat bersejarah yang berkaitan dengan kisah para nabi dan perkembangan peradaban Islam.

Yuk, hubungi admin Vcation sekarang untuk mendapatkan informasi jadwal keberangkatan dan wujudkan impian menjelajahi Mesir bersama!

Yuk, Share Biar Makin Banyak yang Tahu!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *