Kota Petra, sebuah Keajaiban Dunia Baru di Yordania. Apakah benar masih menyimpan 85% keindahannya jauh di dalam tanah, cek faktanya di sini.

Kalau Sahabat pernah menonton Indiana Jones atau Transformers, nama Petra pasti sudah akrab di telinga. Kota Kuno yang dipahat langsung di tebing batu kemerahan di Yordania sukses memukau siapapun yang melihatnya.
Kemegahan bangunan The Treasury (Al-Khazneh) adalah salah satu landmark paling ikonik di dunia, hingga ditetapkan sebagai salah satu situs Keajaiban Dunia Baru.
Namun, di balik keindahannya, ada sebuah misteri besar yang masih diperbincangkan oleh para peneliti dan arkeolog dunia. Apakah benar sebagian besar Kota Petra sebenarnya masih terkubur di bawah tanah? Yuk, kita kulik bersama faktanya lewat tulisan informatif di bawah ini!
Kota Petra, Mahakarya Jenius Kaum Nabatean

Dilansir dari National Geographic, Kota Petra terletak jauh di dalam gurun Yordania. Berdiri sejak abad ke-4 Sebelum Masehi, kota ini dijuluki sebagai Kota Mawar karena diukir dan dibangun dari batu pasir lokal yang bernuansa merah, putih, dan merah muda. Ribuan tahun lalu, Petra merupakan kota yang sangat makmur sebagai hunian dari Kerajaan Nabatean.
Kaum Nabatean merupakan suku nomaden gurun yang dipercaya memiliki kecerdasan arsitektur dan rekayasa hidrolik luar biasa melampaui zamannya.
Tidak hanya mampu memahat istana, kuil, dan bangunan-bangunan lain di masa itu, Kaum Nabatean juga mampu membangun sistem irigasi, bendungan, hingga saluran pipa air bersih di tengah gurun gersang. Hal inilah yang membuat Petra bertransformasi menjadi jalur sutra internasional.
Sempat “Hilang” karena Faktor Bencana

Berdasarkan perkiraan dari sejarawan, Kota Petra memiliki luas sekitar 160 km persegi, empat kali jauh lebih besar dari Manhattan dan mampu menampung lebih dari 30.000 orang penduduk. Namun, terdapat sebuah fakta mengejutkan bahwa Petra yang selama ini kita lihat sekarang hanyalah sebagian kecil dari luas kota sebenarnya. Diperkirakan sekitar 85% wilayah Kota Petra masih bersembunyi di bawah tanah.
Apa yang sebenarnya menyebabkan Kota Petra “menghilang” dari peta dunia selama berabad-abad? Ternyata ada faktor alam yang melandasi hal ini. Kota Petra sempat dilanda gempa bumi dahsyat pada tahun 363 Masehi. Gempa ini meruntuhkan banyak struktur bangunan, menghancurkan sistem irigasi, dan memaksa mayoritas penduduk pun perlahan-lahan meninggalkan Petra.
Tidak hanya itu, Kota Petra dilanda badai pasir gurun yang konstan, ditambah lumpur bawaan dari banjir bandang musiman mulai menimbun jalanan, pasar, rumah, hingga kuil-kuil sampai Petra rata dengan tanah. Petra seakan “disingkirkan” oleh alam, sirna dari peradaban, hingga akhirnya ditemukan oleh penjelajah asal Swiss, Johann Ludwig Burckhardt, pada tahun 1812.
Baca Juga : Menelusuri Kisah Nabi Dalam Destinasi Trip Jejak Rasul
Mengapa Proses Penggalian Kota Petra Belum Selesai?
Jika memang mayoritas Kota Petra masih tertimbun di bawah tanah, kenapa tidak langsung digali semua? Ini karena proses di lapangan tidak sesederhana itu. Batuan pasir di Petra memiliki karakteristik yang rapuh dan penggalian yang sembrono berisiko meruntuhkan sisa-sisa bangunan yang masih berdiri tegak di atasnya.
Selain itu, dibutuhkan dana dan waktu yang masif untuk membongkar sedimen tanah sedalam bermeter-meter di area seluas itu. Perlu biaya triliunan dan riset bertahun-tahun yang jauh lebih mendetail.
Para Ahli percaya, Kota Petra masih menyimpan jutaan dokumen kuno, artefak, kompleks, hingga makam rahasia yang bisa mengubah pemahaman manusia tentang sejarah peradaban Timur Tengah kuno.
Meskipun saat ini hanya sedikit dari bagian Kota Petra yang terungkap pada dunia, keindahannya sudah membuat takjub bukan main, apalagi kalau suatu saat nanti 100% kotanya berhasil dimunculkan ke permukaan.

Jika Sahabat ingin melihat langsung keajaiban dunia ini di Yordania, langsung saja rencanakan perjalanan tersebut bersama Vcation! Kami punya paket trip Jejak Rasul (Mesir – Palestina – Yordania) yang seru, nyaman, dan pastinya amanah.
Trip ini sudah dilengkapi dengan:
- Akomodasi hotel terbaik dan nyaman
- Pendampingan Tour Leader & Tour Guide Lokal
- Pengurusan dokumen & visa secara aman
- Perlengkapan yang eksklusif
Keberangkatan akan dimulai pada Oktober dan Desember. Yuk, jangan tunda lagi impian Sahabat menjejaki kisah-kisah Kenabian secara langsung. Seat terbatas!



