Sebelum traveling ke luar negeri, jangan lupa cek tipe adaptor listrik yang digunakan di negara tujuan agar perangkat elektronik Sahabat.

Setiap negara dapat menggunakan bentuk colokan dan standar kelistrikan yang berbeda. Colokan yang biasa digunakan di Indonesia belum tentu cocok dengan stopkontak di negara tujuan. Sehingga charger atau perangkat elektronik yang kamu bawa saat traveling belum tentu bisa langsung digunakan.
Dilansir dari World Standards, saat ini terdapat 15 jenis colokan listrik yang digunakan di seluruh dunia, yang masing-masing telah dibedakan berdasarkan huruf atau alfabet. Sistem penamaan colokan listrik menggunakan huruf (seperti Tipe A, C, L, hingga N) diberikan oleh International Electrotechnical Commission (IEC), yaitu organisasi standar internasional untuk semua teknologi elektro teknologi.
Penamaan alfabetis ini dibuat oleh IEC untuk mempermudah identifikasi dalam dokumen panduan kelistrikan dunia yang berjudul “World Plugs“. Namun, untuk pilihan penggunaan tipe colokan ditentukan oleh Badan Standarisasi Nasional masing-masing negara.
Sebelum traveling, kenali 15 tipe colokan listrik yang digunakan di berbagai negara berikut ini!
Tipe Colokan Listrik di Dunia

- Tipe A – Colokan listrik tipe A atau nama standarnya adalah NEMA 1-15. Jenis stopkontak ini memiliki dua cabang pipih yang sejajar. Rata-rata satuan tegangan listrik untuk tipe colokan listrik A adalah 100-127 Volt. Biasanya digunakan di seluruh Amerika Utara dan Tengah, Kanada, Meksiko, dan Jepang.
- Tipe B – Colokan listrik tipe B atau nama standarnya adalah NEMA 5-15. Sekilas mirip dengan tipe A, tetapi tipe B memiliki tambahan satu pin untuk grounding. Rata-rata satuan tegangan listrik untuk tipe colokan listrik A adalah 100-127 Volt. Biasanya digunakan di Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, dan beberapa negara lainnya.
- Tipe C – Tipe C (CEE 7/16) merupakan salah satu jenis colokan yang paling umum digunakan di dunia, termasuk familiar di Indonesia. Bentuknya memiliki dua pin bulat dengan rata-rata satuan tegangan listriknya 220-240 Volt. Tipe ini banyak ditemukan di berbagai negara Eropa, termasuk Prancis, Jerman, Italia, dan Spanyol. Beberapa negara di Asia yang menggunakan tipe colokan listrik ini adalah Bangladesh, China, Singapura, Korea Selatan, Thailand.
- Tipe D – Tipe D memiliki tiga pin bulat yang disusun membentuk pola segitiga dengan rata-rata satuan tegangan listriknya 220-240 Volt. Jenis colokan ini banyak digunakan di India dan beberapa negara di Asia serta Afrika.
- Tipe E – Tipe E memiliki dua pin bulat dengan lubang pada bagian colokannya untuk sistem grounding. Rata-rata satuan tegangan listriknya adalah 220-240 Volt. Tipe ini umum digunakan di Prancis, Belgia, Polandia, Ceko, Slovakia, Czechia, dan beberapa negara lainnya.
- Tipe F – Tipe F dikenal juga sebagai Schuko. Colokan ini memiliki dua pin bulat dan kontak grounding di bagian samping. Rata-rata satuan tegangan listriknya adalah 220-240 Volt. Tipe F banyak digunakan di Jerman, Austria, Belanda, Spanyol, dan sejumlah negara Eropa lainnya.
- Tipe G – Tipe G memiliki tiga pin berbentuk persegi panjang dengan rata-rata satuan tegangan listriknya adalah 220-250 Volt. Selain Inggris, tipe G juga digunakan di beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, Hong Kong, Malta, Ireland, dan Uni Emirat Arab.
- Tipe H – Tipe H memiliki tiga pin dan merupakan standar colokan yang digunakan di Israel, the West Bank & the Gaza Strip. Bentuknya cukup khas dan berbeda dari sebagian besar tipe colokan lainnya. Rata-rata satuan tegangan listriknya adalah 220-240 Volt.
- Tipe I – Tipe I memiliki dua atau tiga pin berbentuk pipih yang tersusun miring. Rata-rata satuan tegangan listriknya adalah 220-240 Volt. Jenis ini paling dikenal sebagai colokan yang digunakan di Australia dan Selandia Baru.
- Tipe J – Tipe J memiliki tiga pin bulat dan paling umum digunakan di Swiss dan Liechtenstein. Bentuknya sekilas menyerupai beberapa colokan Eropa lainnya, tetapi susunan pin dan sistem grounding-nya memiliki perbedaan. Rata-rata satuan tegangan listriknya adalah 220-240 Volt.
- Tipe K – Tipe K memiliki tiga pin, dengan dua pin utama berbentuk bulat dan satu pin grounding. Rata-rata satuan tegangan listriknya adalah 220-240 Volt. Jenis ini digunakan terutama di Denmark dan beberapa wilayah terkait.
- Tipe L – Tipe L memiliki tiga pin bulat yang tersusun dalam satu garis. Rata-rata satuan tegangan listriknya adalah 220-240 Volt. Colokan ini umum digunakan di Italia, Chile, dan beberapa negara lainnya.
- Tipe M – Tipe M memiliki tiga pin bulat besar yang membentuk pola segitiga. Rata-rata satuan tegangan listriknya adalah 220-240 Volt. colokan listrik tipe M biasa digunakan di Afrika Selatan, Eswatini, dan Lesotho.
- Tipe N – Tipe N merupakan jenis steker dan stopkontak dengan tiga pin bulat yang dilengkapi sistem pembumian (grounding) di bagian tengah. Rata-rata satuan tegangan listriknya adalah 220-240 Volt. Colokan tipe N menjadi standar resmi di Brasil dan Afrika Selatan.
- Tipe O – Tipe O adalah standar colokan listrik resmi yang hanya digunakan di negara Thailand. Memiliki tiga pin ulat yang tersusun membentuk pola segitiga. Rata-rata satuan tegangan listriknya adalah 220-240 Volt.Coloka n ini juga bisa menerima adaptor tipe C yang biasa dipakai di Indonesia.
Baca Juga : 92% WNI Belum Pernah ke Luar Negeri, Kamu Salah Satunya?
Dengan mengetahui tipe colokan listrik di negara tujuan, kamu bisa lebih tenang saat traveling dan tidak perlu panik ketika tiba-tiba charger tidak bisa digunakan. Pastikan sebelum memasukkan charger ke koper untuk trip bersama Vcation, jangan lupa cek dulu tipe colokan yang digunakan di negara tujuan.



