Hati-Hati! Inilah 4 Gunung Berapi Aktif yang Ada Di Dunia

Kenali 4 gunung berapi aktif di dunia yang letusannya bisa sangat berbahaya! Simak fakta menarik dan potensi bahayanya agar lebih waspada.

Gambar 1: Inilah 5 gunung berapi aktif di dunia yang wajib diwaspadai

Kabar mengenai erupsi Anak Gunung Krakatau di Selat Sunda baru-baru ini kembali mengingatkan kita semua dengan potensi bahaya yang dimiliki oleh gunung berapi. Erupsi ini mengeluarkan abu vulkanik tinggi dan status waspada oleh pemerintah Indonesia. Fenomena yang menjadi sinyal kuat bahwa “Ring of Fire” tidak pernah benar-benar tidur. 

Namun, di berbagai belahan dunia lain, ada beberapa gunung berapi aktif raksasa yang terus menunjukkan tanda-tanda kehidupan yang wajib diwaspadai. Penasaran gunung mana sajakah itu? Yuk, simak di dalam artikel informatif berikut! 

4 Gunung Berapi Aktif

1. Supervolcano Yellowstone, Amerika Serikat

Gambar 2: Supervolcano Yellowstone yang letusannya berpotensi menghancurkan benua Amerika

Berbeda dengan gunung berapi kerucut pada umumnya, Yellowstone yang terletak di Wyoming, Amerika Serikat, adalah sebuah Supervulkan aktif dengan kaldera raksasa yang membentang seluas 55 x 72 kilometer. Meskipun letusan terakhirnya terjadi sekitar 640.000 tahun lalu, sistem magmatik di bawah Taman Nasional Yellowstone ini masih sangat aktif. 

Keberadaan Grand Prismatic Spring dan semburan air panas berkala adalah bukti nyata betapa panasnya magma yang membara di bawah permukaan tanahnya. Area Yellowstone mengalami ratusan hingga ribuan gempa bumi setiap tahunnya akibat pergerakan magma dan cairan hydrothermal di perut bumi. 

Para ilmuwan memperkirakan bahwa jika Yellowstone kembali meletus secara dahsyat, dampaknya tidak hanya menghancurkan benua Amerika, tetapi abu vulkaniknya sanggup menutupi atmosfer bumi dan memicu fenomena “musim dingin vulkanik” di seluruh dunia. 

2. Gunung Kilauea, Hawaii

Gambar 3: Gunung yang kerap memuntahkan lava cair merah membara

Masih di wilayah Amerika Serikat, ada Gunung Kilauea yang berlokasi di Big Island, Hawaii. Kilauea terkenal di seluruh dunia sebagai salah satu gunung berapi paling aktif yang memuntahkan isi perut bumi secara terus-menerus. 

Berbeda dengan gunung berapi tipe strato yang letusannya sering kali eksplosif, Kilauea memiliki karakteristik letusan efusif. Dimana gunung ini secara berkala meluncurkan lelehan lava basaltik cair berwarna merah membara yang mengalir perlahan, membakar apa saja di jalurnya hingga bermuara menyentuh air laut. Meski laju lavanya tergolong lamban, perubahan aliran lava kerap menghancurkan pemukiman warga sekitar. 

Baca Juga : 5 Kereta dengan View Terindah yang Wajib Kamu Coba!

3. Gunung Fuji, Jepang

Gambar 4: Gunung ikonik Jepang yang berstatus aktif hingga saat ini

Gunung Fuji yang khas berselimutkan salju menjadi ikon utama dan kebanggaan masyarakat Jepang. Namun, di balik pemandangan alamnya yang terkesan damai dan tenang, sebenarnya Gunung Fuji secara geologis merupakan gunung berapi aktif tipe strato. 

Meskipun letusan terakhirnya terjadi pada tahun 1707 (Letusan Hoei), Gunung Fuji masih terus berada dalam pengawasan ketat oleh Pemerintah Jepang. Penelitian geologi pun membuktikan bahwa dapur magma di bawah perut Gunung Fuji masih sangat aktif.

Nah, karena lokasinya berjarak cukup dekat dari ibukota Tokyo, potensi letusan Gunung Fuji di masa depan diprediksi bisa melumpuhkan jalur transportasi, pasokan listrik, serta memicu hujan abu di kawasan metropolitan Tokyo dan sekitarnya. 

4. Gunung Nyiragongo, Kongo

Gambar 5: Salah satu gunung berapi paling mematikan dan paling berbahaya di dunia

Gunung Nyiragongo berdiri di dalam kawasan Taman Nasional Virunga, Republik Demokratik Kongo. Gunung ini diakui oleh para ahli geologi sebagai salah satu gunung berapi paling mematikan dan paling berbahaya di dunia. Di dalam kawah utamanya, terdapat danau lava cair terbesar di dunia yang terus mendidih dan bergejolak. 

Baca Juga : 8 Bandara Dibuka Lagi Usai Abu Anak Krakatau Tidak Aktif

Karakteristik lava Nyiragongo sangat encer karena kandungan silikanya yang rendah. Saat dinding kawah jebol, lavanya bisa meluncur menuruni lereng gunung dengan kecepatan mencapai 60-100 km/jam. Letaknya sangat dekat dengan kota padat penduduk, membuat letusan Nyiragongo berpotensi menimbulkan korban jiwa dan krisis kemanusiaan. 

Gambar 6: Dokumentasi peserta Vcation saat berada di Jepang

Ingin menjelajahi beragam destinasi unik di berbagai belahan dunia, sekaligus menikmati perjalanan ke kawasan bersejarah di Asia, Eropa, hingga Timur Tengah dengan nyaman dan terencana? Saatnya wujudkan perjalanan impian Sahabat bersama Vcation!

Dengan pilihan destinasi menarik dan perjalanan yang dirancang untuk memberikan pengalaman liburan yang berkesan, Vcation siap menemani setiap langkah perjalanan Sahabat untuk menciptakan momen seru dan tak terlupakan.

Yuk, Share Biar Makin Banyak yang Tahu!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *