Eropa Dilanda Heatwave Mematikan! Kenapa Bisa Terjadi?

Eropa dilanda Heatwave sejak bulan Mei lalu, suhu tembus di atas 40°C bahkan sampai menyebabkan ribuan korban jiwa. Cek penyebabnya di sini!

Gambar 1: Benua Eropa dilanda cuaca panas ekstrem

Kalau Sahabat memiliki rencana untuk liburan ke Eropa dalam waktu dekat, sepertinya Sahabat harus mulai bersiap dan waspada dengan kondisi cuacanya. Sebab, sejak Mei tahun ini, banyak negara-negara Eropa dilanda gelombang panas atau heatwave yang memecahkan rekor suhu tertinggi sepanjang sejarah. 

Cuaca panas bukan sekedar bikin gerah atau berkeringat saja, tapi sudah masuk ke tahap membahayakan nyawa. Kenapa hal ini bisa terjadi? Simak jawabannya dalam artikel berikut. 

Mengapa Cuaca Di Eropa Bisa Dikategorikan Mematikan? 

Gambar 2: Suhu di Prancis tembus di atas 40 derajat celcius

Dilansir dari Siloam Hospital. Heatwave merupakan sebuah fenomena cuaca panas dengan tingkatan ekstrem yang berlangsung selama berhari-hari tanpa henti. 

Bagi kita yang tinggal di Indonesia selaku warga negara tropis, suhu 30°C mungkin sudah menjadi makanan sehari-hari. Namun, situasi ini berbeda di Eropa. Pasalnya, belakang ini beberapa negara di Eropa seperti Jerman, Spanyol, Ceko, Austria, hingga Inggris suhu panasnya melonjak sampai 40°C. Bahkan di Prancis suhunya tembus 44°C.

Kondisi ini mengganggu sebagian besar aktivitas, seperti sekolah-sekolah yang terpaksa tutup lebih cepat, pembatasan acara-acara besar, hingga meminta masyarakat berada di rumah demi menghindari paparan sinar UV berlebih. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa setidaknya ada lebih dari 1.300 orang kehilangan nyawa akibat fenomena heatwave. Sebagian besar merupakan penduduk Prancis dan Spanyol. Kondisi ini tentunya sangat memprihatinkan, terlebih mayoritas infrastruktur di Eropa memang tidak didesain untuk menghadapi cuaca panas ekstrem seperti ini. 

Sebagian besar rumah, apartemen, bahkan transportasi umum di Eropa tidak memiliki sistem pendingin ruangan karena biasanya musim panas di sana suhunya masih tolerable.

Selain itu, rumah-rumah milik warga Eropa cenderung memerangkap panas di dalam ruangan untuk menjaga kehangatan saat musim dingin. Ketika heatwave melanda, otomatis rumah seketika berubah menjadi oven. 

Terjadi Karena Faktor Pemanasan Global

Gambar 3: Heat dome dan pemanasan global menjadi faktor terjadinya heatwave

Para ahli sepakat bahwa intensitas, durasi, dan frekuensi heatwave dipicu dari perubahan iklim global. Emisi gas rumah kaca yang menjebak panas di atmosfer bumi membuat suhu bumi naik secara perlahan. 

Selain itu, terjadi juga fenomena bernama Heat Dome atau Kubah Panas. Kondisi ini terjadi ketika atmosfer memerangkap udara panas gunung di satu wilayah dalam jangka waktu tertentu, lalu ditekan ke bawah oleh sistem tekanan udara tinggi. Alhasil, udara panas tersebut “terjebak” dan tidak bisa bergerak ke mana-mana. 

Baca Juga : 4 Destinasi Liburan Di Asia Yang Punya Vibes Eropa

Cara Menghadapi Cuaca Panas Ekstrem Saat Ke Eropa

Gambar 4: Tips menghadapi cuaca panas ekstrem di Eropa

Meskipun saat ini Eropa sedang masuk zona merah, bukan berarti Sahabat tidak boleh sama sekali untuk liburan ke sana. Berikut ada beberapa tips yang bisa diterapkan jika Sahabat pergi ke negara-negara Eropa saat musim panas ekstrem. 

  1. Pantau selalu kondisi cuaca setiap hari. Pastikan Sahabat memiliki aplikasi pemantau cuaca real-time di gadget masing-masing. 
  2. Gunakan pakaian yang tepat. Pilih baju berbahan katun atau linen yang memiliki sirkulasi udara baik, dan sebaiknya gunakan pakaian berwarna cerah yang bisa memantulkan panas matahari. 
  3. Bawa botol minum setiap saat. Membawa tumblr pribadi akan membantu kamu dalam mencegah dehidrasi. Apalagi di Eropa sendiri banyak tersedia wastafel air minum umum yang bisa kamu refill sesuai kebutuhan. 
  4. Jangan lakukan aktivitas outdoor apabila tidak diperlukan. Sebisa mungkin tetap berada di dalam rumah atau hotel antara pukul 11.00 – 16.00. Jika harus ke luar rumah, selalu membawa payung, kacamata hitam, topi, dan sunblock. 
  5. Saat berada di dalam rumah, tutup tirai dan jendela untuk menghalangi jalan masuknya panas matahari. Akan lebih baik jika hunian kamu memilih hunian yang menyediakan AC di dalamnya. 

Dunia memang sedang menghadapi anomali cuaca yang tidak menentu, namun bukan berarti Sahabat harus mengurungkan niat untuk menjelajahi dunia! Kunci dari traveling yang aman di era sekarang adalah perencanaan yang matang, pemilihan musim yang tepat, dan mitigasi risiko yang profesional.

Apakah Sahabat sedang merencanakan liburan ke luar negeri, tapi bingung memantau kondisi cuaca dan keselamatan di sana? Vcation siap membantu!

Yuk, Share Biar Makin Banyak yang Tahu!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *