Kota di ujung utara Bumi ini melarang penduduknya meninggal. Simak alasan unik di balik aturan Svalbard dan fakta menarik lainnya disini.

Sahabat, tahukah kalian jika ada sebuah kota di bumi yang secara resmi melarang penduduknya untuk meninggal dunia? Iya, aturan ini benar-benar ada dan berlaku di Svalbard, sebuah kepulauan terpencil yang terletak di antara daratan utama Norwegia dan Kutub Utara. Lantas, apakah ada alasan logis di balik peraturan yang aneh ini? Yuk, kita bahas di dalam artikel informatif berikut.
Dimanakah Lokasi Svalbard?

Kepulauan Svalbard berada di bawah kedaulatan negara Norwegia. Kota pemukiman terbesarnya bernama Longyearbyen, memegang predikat sebagai pemukiman berbasis warga permanen paling utara di muka bumi.
Dengan posisinya yang sangat dekat dengan Kutub Utara, Svalbard memiliki iklim yang sangat ekstrem. Suhu udara di musim dingin bisa anjlok hingga di bawah -20°C hingga -30°C.. Selama pertengahan November hingga Januari, matahari sama sekali tidak terbit dan kota ini gelap total selama 24 jam sehari. Sebaliknya, dari pertengahan April hingga Agustus, matahari tidak pernah tenggelam dan terus bersinar sepanjang hari.
Baca Juga : Serunya Melintasi Langsung Perbatasan Tiga Negara Eropa!
Mengapa Penduduk Svalbard Dilarang Meninggal?

Larangan meninggal di Longyearbyen, Svalbard dibuat berdasarkan alasan ilmiah terkait kondisi alamnya yang super dingin. Di Svalbard, lapiran tanah bagian bawah membeku secara abadi sepanjang tahun atau permafrost. Karena suhu tanah yang selalu membeku, mikroorganisme dan bakteri pengurai tidak dapat hidup. Artinya, jika ada jenazah yang dikubur di Svalbard, jasad tersebut tidak akan pernah membusuk secara alami. Jasad akan terawetkan hingga berpuluh-puluh tahun. Dikhawatirkan, jasad ini akan menimbulkan penyakit menular seperti Virus Flu Spanyol yang bisa lepas ke lingkungan penduduk, dapat memicu pandemi baru yang mengerikan.
Baca Juga : Menikmati Pesona Gunung Fuji Dari Danau Kawaguchi Jepang!
Lalu bagaimana jika ada warga yang sakit parah atau tiba-tiba meninggal? Apabila ada awarga lansia yang sudah sangat tua atau mengidap penyakit parah, pemerintah akan segera menerbangkannya menuju daratan utama Norwegia menggunakan pesawat. Lalu, jika ada yang meninggal mendadak, jenazahnya tidak boleh dikuburkan di Svalbard dan harus dikirim menggunakan pesawat menuju daratan utama Norwegia untuk dimakamkan.

Selain itu, di kota Svalbard tidak ada rumah sakit bersalin. Wanita hamil yang mendekati usia kehamilan 3 minggu sebelum tanggal perkiraan lahir, wajib terbang ke Norwegia untuk melahirkan. Para warga juga dihimbau membawa senjata api saat keluar kota, lantaran populasi beruang kutub di kota itu lebih banyak daripada jumlah manusia.
Kalau sahabat ingin merasakan indahnya menjelajahi berbagai destinasi alam dan sejarah yang ada di Eropa, sahabat bisa mewujudkan perjalanan tersebut bersama Vcation!



