Topan Dujuan Hantam Jepang, Aktivitas Wisata Terganggu

Topan Dujuan menerjang Jepang dan mengganggu penerbangan, kereta hingga aktivitas wisata. Simak kondisi terbaru dan tips aman ke Jepang.

Gambar 1 : Topan Dujuan Menerjang Wilayah Jepang

Dilansir dari Independent. Jepang kembali menghadapi cuaca ekstrem akibat Topan Dujuan yang menerjang wilayah timur negara tersebut pada 21 September 2026. Hujan deras dan angin kencang memicu banjir, tanah longsor, hingga gangguan transportasi di sejumlah wilayah sekitar Tokyo dan Chiba.

Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat dan wisatawan ikut terdampak. Lebih dari 1,6 juta orang sempat mendapat imbauan atau perintah evakuasi, sementara ratusan penerbangan dibatalkan dan sejumlah layanan kereta dihentikan sementara.

Buat Vcation Squad yang punya rencana liburan ke Jepang, yuk simak kondisi dan dampak Topan Dujuan berikut!

Topan Dujuan Ganggu Penerbangan hingga Kereta

Salah satu dampak yang paling terasa adalah terganggunya transportasi. Pada 21 September, Japan Airlines (JAL) membatalkan 135 penerbangan, sedangkan All Nippon Airways (ANA) membatalkan 140 penerbangan. Sejumlah layanan kereta di Tokyo dan wilayah sekitarnya juga sempat dihentikan karena kondisi cuaca.

Bukan hanya transportasi, pemadaman listrik juga terjadi di sejumlah wilayah. Lebih dari 45.000 rumah tangga di Chiba masih terdampak pemadaman pada 22 September setelah hujan deras dan angin kencang melanda kawasan tersebut.

Beberapa kegiatan masyarakat pun ikut terganggu. Tokyo Game Show menutup kegiatan lebih awal pada hari terakhir, sementara sejumlah kegiatan olahraga dan acara luar ruangan juga mengalami perubahan jadwal karena faktor keselamatan.

Baca Juga : Gokayama: Desa Yang Ga Kalah Indah Dari Shirakawago!

Kondisi Jepang Berangsur Kondusif, Tetap Pantau Cuaca

Gambar 2 : Kondisi Jepang saat Ini Mulai Berangsur Kondusif

Topan Dujuan kemudian bergerak menjauh dari pesisir Jepang menuju Samudra Pasifik. Setelah badai berlalu, sebagian besar peringatan hujan lebat dan longsor mulai diturunkan, meski kondisi di beberapa wilayah masih perlu diwaspadai karena tanah jenuh air dan sungai yang meningkat.

Dampak topan juga cukup besar. Pada 23 September, laporan terbaru menyebut jumlah korban meninggal akibat dampak hujan deras dan longsor telah mencapai 9 orang, sementara 4 orang masih dinyatakan hilang.

Baca Juga : Kenapa Naik Taksi Di Jepang Mahal? Ternyata Ini Alasannya!

Bagi Sahabat yang sedang berada di Jepang maupun berencana liburan ke Negeri Sakura, kondisi cuaca tetap perlu menjadi perhatian. Sebelum bepergian, pastikan selalu mengecek informasi penerbangan, jadwal kereta, kondisi destinasi, serta peringatan cuaca dari sumber resmi.

Jepang memang dikenal memiliki sistem mitigasi bencana yang baik, tetapi keselamatan tetap menjadi prioritas utama saat traveling. Jadi, jangan lupa siapkan itinerary yang fleksibel agar perjalanan tetap nyaman ketika terjadi perubahan cuaca atau jadwal transportasi.

Yuk, Share Biar Makin Banyak yang Tahu!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *