Sistem Tax Free Jepang Berubah Mulai November 2026!

Ketahui perubahan sistem tax free Jepang mulai November 2026. Simak aturan terbaru, dan mekanisme pengembalian pajak saat liburan ke Jepang.

Gambar 1 : Pusat Perbelanjaan Dotonbori Osaka

Buat sahabat yang punya rencana liburan ke Jepang pada akhir tahun 2026, ada perubahan penting yang perlu diketahui, terutama kalau sahabat berencana shopping dan memanfaatkan fasilitas tax free.

Dilansir dari goasia.com, mulai 1 November 2026, sistem tax free di Jepang akan mengalami perubahan. Jika sebelumnya wisatawan bisa langsung mendapatkan pembebasan pajak saat melakukan pembelian, nantinya mekanismenya akan berubah menjadi sistem refund.

Apa Itu Tax Free di Jepang?

Sebelum membahas perubahannya, kita kenalan dulu dengan istilah tax free.

Tax free merupakan fasilitas pembebasan pajak konsumsi Jepang sebesar 10% yang diberikan kepada wisatawan asing yang memenuhi ketentuan. Fasilitas ini berlaku untuk barang yang dibeli selama berada di Jepang dan kemudian dibawa keluar dari negara tersebut.

Misalnya, sahabat membeli barang yang memenuhi syarat tax free. Dengan sistem yang berlaku sebelumnya, pajak konsumsi bisa langsung tidak dikenakan atau dipotong ketika sahabat melakukan pembayaran di toko.

Namun, mulai 1 November 2026, mekanismenya akan berubah.

Baca Juga : Tour Jepang: Panduan Liburan Pertama Kali Ke Negeri Sakura

Aturan Terbaru

Kalau sebelumnya wisatawan bisa mendapatkan fasilitas tax free langsung ketika berbelanja di toko, nantinya sistem tersebut akan berubah menjadi sistem refund.

Artinya, saat melakukan pembelian, sahabat perlu membayar harga barang secara penuh, termasuk pajak konsumsi 10% terlebih dahulu. Setelah itu, pajak yang sudah sahabat bayarkan dapat diproses untuk mendapatkan refund ketika sahabat akan meninggalkan Jepang.

Jadi, alurnya kurang lebih menjadi :

Belanja → Bayar harga + pajak → Barang diperiksa Bea Cukai → Ajukan refund → Pajak dikembalikan

Proses terkait tax free harus dilakukan maksimal 90 hari sejak tanggal pembelian 

Meskipun sistemnya berubah menjadi refund, ada beberapa ketentuan baru yang justru memberikan lebih banyak fleksibilitas bagi wisatawan. Salah satunya adalah batas belanja 500 ribu yen akan dihapus. Selain itu, karena kategori barang umum dan barang konsumsi juga tidak lagi terpisah seperti sebelumnya.

Meski kategorinya tidak lagi dipisahkan, barang yang ingin diklaim menggunakan fasilitas tax free tetap memiliki ketentuan.

Barang tersebut tidak boleh digunakan atau dikonsumsi selama sahabat masih berada di Jepang dan harus dibawa keluar dari Jepang sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga : 5 Kartu Transportasi Di Jepang, Biar Liburan Makin Praktis!

Struk Belanja Jangan Sampai Hilang

Selain barangnya, bukti transaksi pembelian juga penting.

Pastikan sahabat menyimpan struk atau bukti pembelian barang tax free dengan baik selama berada di Jepang. Struk tersebut diperlukan agar barang yang sahabat bawa dapat dikaitkan dengan transaksi pembeliannya saat proses pemeriksaaan.

Jadi, setelah selesai shopping, jangan langsung membuang struk karena merasa transaksi sudah selesai. 

Simpan semua struk tax free sampai sahabat benar – benar menyelesaikan proses bea cukai di bandara.

Gambar 2 : Potret Peserta Vcation saat Trip ke Jepang

Intinya, mulai 1 November 2026, jangan lagi menganggap tax free sebagai potongan pajak langsung di kasir. Sistemnya berubah menjadi refund, sehingga sahabat perlu lebih memperhatikan barang, bukti transaksi, serta proses sebelum meninggalkan Jepang.

Jadi, buat sahabat yang punya rencana liburan dan shopping di Jepang akhir tahun ini, pastikan sudah memahami aturan barunya supaya nggak salah langkah saat belanja maupun ketika berada di bandara.

Yuk, Share Biar Makin Banyak yang Tahu!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *