Fushimi Inari Taisha, kuil tertua dan terkenal di Kota Kyoto yang menyimpan ribuan gerbang torii dan sejarahnya dalam budaya Jepang.

Siapa yang tidak familiar dengan deretan gerbang kayu merah oranye yang berbaris rapi menembus hutan yang rindang? Foto lokasinya hampir selalu muncul di media sosial, wallpaper laptop, hingga majalah pariwisata. Tempat ikonik yang dimaksud adalah Fushimi Inari Taisha, salah satu kuil Shinto tertua dan legendaris di Kyoto, Jepang!
Bagi sahabat yang sedang merencanakan liburan ke Jepang, kuil ini wajib masuk ke dalam bucket list. Tapi sebelum itu, yuk kita bedah terlebih dahulu sejarah dan pesona seperti apa yang membuat Fushimi Inari Taisha begitu spesial di mata wisatawan mancanegara!
Fushimi Inari Taisha Sempat Terbakar saat Perang Onin

Dilansir dari Kyoto Insider Sake Experience, Fushimi Inari Taisha telah ada sejak 711 Masehi, yang berarti usianya sudah lebih dari 1.300 tahun. Kuil ini dibangun khusus untuk menyembah Inari, Dewa Padi dan Pertanian dalam kepercayaan Shinto. Pada zaman dahulu, masyarakat Jepang datang ke kuil ini untuk berdoa memohon hasil panen yang berlimpah dan kesuksesan dalam bercocok tanam.
Sayangnya, ketika pecah Perang Onin pada tahun 1467 dan Kyoto terdampak kerusakan parah, nyaris semua bangunan Fushimi Inari Taisha hangus terbakar. Lalu pada saat Era Restorasi Meiji, pemerintah mengambil paksa tanah yang menjadi tempat dibangunnya kuil ini.
Setelah melakukan negosiasi panjang dengan pemerintahan Meiji, sebagian dari wilayah bekas kuil tersebut berhasil direbut kembali pada tahun 1902. Dan pada tahun 1909, bangunan utama Fushimi Inari Taisha ditetapkan sebagai properti budaya yang sangat krusial. Kini, kuil ini menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di Kyoto.
Senbon Torii, 10.000 Gerbang Merah yang Menakjubkan

Jika ditanya apa yang paling unik dari kuil ini adalah Senbon Torii atau “Ribuan Gerbang Torii” yang membelah Gunung Inari dengan jarak kurang lebih 4 kilometer. Sepanjang jalur ini, pengunjung dapat berjalan di bawah naungan 10.000 gerbang torii berwarna oranye kemerahan (vermillion) yang dipasang berdempetan dengan sangat rapat.
Dalam tradisi Shinto, warna Vermilion dipercaya mengandung energi magis untuk mengusir roh jahat dan berbahaya. Selain itu, gerbang-gerbang torii di Fushimi Inari Taisha merupakan persembahan syukur dari individu, keluarga, maupun perusahaan-perusahaan besar di Jepang atas keberhasilan bisnis mereka.
Jika diperhatikan dengan lebih seksama, Sahabat akan banyak melihat ukiran Kanji yang mencantumkan nama donatur serta tanggal pemasangannya. Semakin uniknya lagi, Sahabat juga akan melihat banyaknya patung rubah di berbagai sudut kuil, loh!

Dalam mitologi Jepang, rubah (Kitsune) dipercaya sebagai utusan spiritual atau perantara pesan dari Dewa Inari kepada manusia di bumi. Rubah-rubah di Fushimi Inari Taisha digambarkan dengan wujud elegan dan anggun, dan seringkali memegang benda-benda di mulutnya. Entah itu kunci, gulungan kitab, atau permata.
Jelajahi Fushimi Inari Taisha Bersama Vcation

Fushimi Inari Taisha bukan sekedar kuil terkenal yang sering dijadikan destinasi wisata dan spot foto estetik. Lebih dari itu, kuil ini menyimpan sejarah terlebih pada Masa Feodal Jepang, keindahan alam, hingga nilai spiritualitas masyarakat yang masih terjaga erat hingga detik ini.
Jika kamu ingin merasakan langsung sensasi berjalan di bawah ribuan gerbang torii Fushimi Inari Taisha, sekaligus menjelajahi Golden Route Tokyo-Osaka-Kyoto, yuk wujudkan impianmu bersama Vcation sekarang juga!



