Ingin liburan ke Negeri Tirai Bambu? Simak syarat visa China, biaya, dokumen yang dibutuhkan, dan cara mengurusnya sebelum berangkat.

China menjadi salah satu destinasi wisata favorit bagi wisatawan Indonesia. Mulai dari kemegahan Tembok Besar China di Beijing, suasana modern Shanghai, hingga pemandangan alam Guilin yang memesona, ada banyak tempat menarik yang bisa dijelajahi di Negeri Tirai Bambu.
Namun, sebelum merencanakan perjalanan, ada satu hal penting yang perlu dipersiapkan, yaitu visa China. Dokumen ini menjadi salah satu persyaratan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang ingin memasuki wilayah daratan China untuk berwisata.
Kabar baiknya, terdapat beberapa kebijakan bebas visa terbatas yang memberikan fleksibilitas bagi wisatawan Indonesia, termasuk fasilitas transit bebas visa hingga 240 jam dan bebas visa untuk wilayah Provinsi Hainan. Lantas, bagaimana syarat visa China, berapa biayanya, dan bagaimana cara mengajukannya? Simak panduan lengkap berikut sebelum merencanakan liburan ke China.
Apakah WNI Perlu Visa untuk ke China?
Secara umum, WNI yang ingin mengunjungi wilayah daratan China untuk berwisata tetap memerlukan visa. Jenis visa yang biasanya digunakan adalah Visa L atau visa wisata.
Meski demikian, terdapat beberapa skema masuk tanpa visa yang dapat dimanfaatkan sesuai tujuan perjalanan dan persyaratan yang berlaku. Berikut tiga fasilitas yang perlu diketahui.
1. Transit Bebas Visa 240 Jam
Sejak 12 Juni 2025, Indonesia termasuk dalam daftar negara yang memenuhi syarat untuk mendapatkan fasilitas transit bebas visa selama 240 jam atau sekitar 10 hari di China.
Fasilitas ini memungkinkan wisatawan melakukan perjalanan transit dengan sejumlah ketentuan, antara lain:
- Memiliki paspor yang masih berlaku sesuai ketentuan imigrasi.
- Memegang tiket lanjutan yang telah dikonfirmasi menuju negara atau wilayah ketiga dalam batas waktu yang ditentukan.
- Masuk dan keluar melalui pelabuhan yang ditetapkan pemerintah China.
- Melakukan kegiatan yang diizinkan, seperti wisata, pertemuan bisnis, atau kunjungan keluarga.
Sebagai contoh, wisatawan dapat melakukan perjalanan dari Indonesia menuju China, kemudian melanjutkan perjalanan ke Jepang. Namun, fasilitas ini tidak dapat digunakan untuk bekerja, menempuh pendidikan, atau melakukan kegiatan lain yang membutuhkan izin khusus.
Perlu diperhatikan bahwa fasilitas tersebut hanya berlaku jika seluruh persyaratan transit terpenuhi. Wisatawan sebaiknya memeriksa ketentuan terbaru sebelum membeli tiket.
2. Bebas Visa ke Pulau Hainan hingga 30 Hari
WNI juga dapat mengunjungi Provinsi Hainan tanpa visa untuk jangka waktu hingga 30 hari sesuai ketentuan yang berlaku. Kebijakan ini dapat dimanfaatkan untuk tujuan wisata, pertemuan bisnis, kunjungan keluarga, perawatan medis, pameran, dan kegiatan olahraga tertentu.
Namun, fasilitas bebas visa Hainan memiliki batasan wilayah. Wisatawan tidak dapat menggunakan skema ini untuk melanjutkan perjalanan ke provinsi lain di daratan China tanpa memenuhi persyaratan imigrasi yang sesuai.
Selain itu, wisatawan perlu memperhatikan ketentuan pintu masuk dan keluar serta menyiapkan tiket pulang atau tiket lanjutan yang telah dikonfirmasi.
3. Transit Tanpa Visa Selama 24 Jam
Fasilitas transit tanpa visa selama 24 jam juga dapat berlaku bagi penumpang yang hanya transit di China dan memenuhi persyaratan imigrasi yang ditentukan.
Pada umumnya, fasilitas ini ditujukan bagi penumpang yang memiliki penerbangan lanjutan dalam waktu 24 jam. Jika ingin keluar dari area transit internasional, penumpang perlu memastikan apakah izin tambahan diperlukan.
Dengan demikian, jangan langsung menganggap semua perjalanan transit bebas visa. Periksa rute penerbangan, bandara, kewarganegaraan, serta aturan yang berlaku sebelum keberangkatan.
Jenis-Jenis Visa China untuk WNI
Selain visa wisata, pemerintah China menyediakan beberapa jenis visa berdasarkan tujuan kunjungan. Setiap jenis memiliki persyaratan dan ketentuan masa tinggal yang berbeda.
Berikut beberapa jenis visa China yang perlu diketahui:
| Kode Visa | Tujuan | Durasi |
|---|---|---|
| L | Wisata / Turisme | Maks. 30 hari per kunjungan |
| M | Bisnis / Perdagangan | Sesuai surat undangan |
| F | Pertukaran budaya / Non-komersial | Sesuai undangan |
| X1 | Studi jangka panjang | Lebih dari 180 hari |
| X2 | Studi jangka pendek | Maks. 180 hari |
| Z | Bekerja | Sesuai kontrak kerja |
| Q1/Q2 | Kunjungan keluarga (Q1: >180 hari / Q2: <180 hari) | Sesuai izin tinggal |
| G | Transit | Sesuai durasi transit |
Bagi wisatawan yang ingin berlibur ke Beijing, Shanghai, Guilin, atau kota lainnya di daratan China, Visa L merupakan jenis visa yang paling relevan apabila perjalanan tidak memenuhi skema bebas visa.
Sebelum mengajukan permohonan, pastikan jenis visa yang dipilih sesuai dengan tujuan perjalanan agar dokumen yang disiapkan tidak keliru.
Baca Juga : Tips Mencari Makanan Halal Di China, Jangan Salah Pilih!
Syarat dan Dokumen Visa China untuk Wisata
Pengajuan Visa L membutuhkan sejumlah dokumen pendukung. Persyaratan dapat berbeda berdasarkan kondisi pemohon, riwayat perjalanan, serta kebijakan pusat permohonan visa yang berlaku.
Berikut dokumen yang umumnya perlu disiapkan:
- Paspor asli, dengan masa berlaku yang memenuhi ketentuan dan halaman kosong yang cukup.
- Formulir permohonan visa COVA, yang diisi melalui sistem resmi permohonan visa China.
- Pas foto terbaru, sesuai ukuran, latar belakang, dan spesifikasi yang ditentukan.
- Fotokopi paspor, terutama halaman identitas serta halaman visa atau stempel perjalanan yang relevan.
- Tiket pesawat dan rencana perjalanan, termasuk jadwal keberangkatan serta kepulangan apabila diminta.
- Bukti akomodasi, seperti reservasi hotel selama berada di China.
- Bukti kemampuan finansial, misalnya rekening koran atau dokumen keuangan pendukung jika dipersyaratkan.
- KTP atau dokumen identitas pendukung, sesuai ketentuan pusat permohonan visa.
Untuk jenis visa lain, dokumen tambahan dapat diperlukan. Sebagai contoh, pemohon Visa M umumnya perlu menyiapkan surat undangan bisnis yang sesuai, sedangkan pemohon Visa X perlu melengkapi dokumen pendidikan dari institusi terkait.
Sebelum mengajukan permohonan, periksa kembali daftar persyaratan terbaru melalui situs resmi Chinese Visa Application Service Center (CVASC). Jangan hanya mengandalkan informasi lama karena ketentuan dokumen dapat berubah.
Biaya Visa China Terbaru
Biaya visa China dapat terdiri atas biaya pemrosesan visa dan biaya layanan pusat permohonan. Besarnya biaya dipengaruhi oleh jenis visa, jumlah kunjungan yang diizinkan, kewarganegaraan pemohon, serta pilihan layanan pemrosesan.
Secara umum, terdapat beberapa kategori visa berdasarkan jumlah entri, seperti:
- Single entry: untuk satu kali masuk.
- Double entry: untuk dua kali masuk.
- Multiple entry: untuk beberapa kali masuk selama masa berlaku yang ditentukan.
Selain biaya visa, pemohon mungkin dikenakan biaya layanan tambahan apabila memilih pemrosesan ekspres.
| Jenis Visa | Biaya Visa | Layanan Standar | Express Level 2 | Express Level 1 |
|---|---|---|---|---|
| Single Entry | Rp400.000 | Rp774.000 | Rp999.000 | Rp1.186.000 |
| Double Entry | Rp600.000 | Rp974.000 | Rp1.199.000 | Rp1.386.000 |
| Multiple Entry 6 Bulan | Rp800.000 | Rp1.174.000 | Rp1.399.000 | Rp1.586.000 |
| Multiple Entry 12 Bulan | Rp1.200.000 | Rp1.574.000 | Rp1.799.000 | Rp1.986.000 |
Untuk mengetahui nominal biaya terbaru dalam rupiah, periksa pengumuman resmi CVASC Indonesia sebelum mengajukan permohonan. Pastikan juga memahami estimasi waktu pemrosesan karena layanan ekspres tidak selalu menjamin visa terbit pada waktu tertentu apabila terdapat pemeriksaan atau dokumen tambahan.
Cara Mengajukan Visa China Langkah demi Langkah
Setelah seluruh dokumen dipersiapkan, proses pengajuan visa dapat dilakukan melalui beberapa tahapan berikut.
Langkah 1: Isi Formulir Permohonan
Buka situs resmi permohonan visa China melalui COVA atau tautan yang tersedia pada situs CVASC Indonesia. Pilih lokasi pengajuan yang sesuai, lalu isi formulir dengan data yang benar.
Pastikan nama, nomor paspor, tanggal lahir, dan informasi perjalanan sesuai dengan dokumen asli. Setelah selesai, ikuti petunjuk untuk menyimpan atau mencetak formulir jika diwajibkan.
Langkah 2: Siapkan Dokumen Pendukung
Kumpulkan paspor, foto, bukti perjalanan, reservasi akomodasi, dan dokumen lain sesuai kategori visa yang diajukan.
Periksa kembali kelengkapan dan format dokumen. Berkas yang tidak sesuai dapat menyebabkan proses pengajuan tertunda.
Langkah 3: Periksa Prosedur Pengajuan di CVASC
Ikuti petunjuk terbaru dari CVASC mengenai jadwal penyerahan dokumen, kebutuhan janji temu, dan apakah pemohon perlu datang secara langsung.
Jangan berasumsi seluruh proses dapat diselesaikan secara online. Tahapan penyerahan paspor, dokumen asli, atau biometrik dapat bergantung pada ketentuan yang berlaku.
Langkah 4: Serahkan Dokumen dan Bayar Biaya
Serahkan berkas sesuai prosedur yang ditetapkan. Setelah itu, lakukan pembayaran biaya visa dan layanan yang berlaku.
Simpan bukti pembayaran serta tanda terima pengajuan karena dokumen tersebut dapat diperlukan untuk memantau status permohonan dan mengambil paspor.
Langkah 5: Pantau Status Permohonan
Gunakan nomor aplikasi atau informasi yang tercantum pada tanda terima untuk memeriksa perkembangan pengajuan melalui kanal resmi yang disediakan.
Apabila terdapat permintaan dokumen tambahan, segera ikuti petunjuk agar proses tidak tertunda.
Langkah 6: Ambil Paspor dan Periksa Visa
Setelah permohonan selesai diproses, ambil paspor sesuai jadwal atau gunakan layanan pengiriman apabila tersedia.
Sebelum keberangkatan, periksa kembali nama, nomor paspor, masa berlaku, jumlah entri, dan ketentuan visa yang diterbitkan.
Baca Juga : China Perketat Aturan Masuk & Keluar Mulai September 2026
Lokasi Pengajuan Visa China di Indonesia
Pemohon dapat mencari informasi pusat permohonan visa China melalui situs resmi CVASC Indonesia. Informasi lokasi, jam pelayanan, persyaratan kunjungan, dan prosedur pengambilan dokumen perlu diperiksa kembali sebelum datang.
Beberapa kota yang memiliki layanan permohonan visa China antara lain Jakarta, Surabaya, dan Medan. Namun, ketersediaan layanan dan cakupan wilayah pengajuan dapat berubah.
| Kota | Jam Pengajuan | Jam Pengambilan |
|---|---|---|
| Jakarta | Senin–Jumat, 09.00–15.00 | Senin–Jumat, 09.00–16.00 |
| Surabaya | Senin–Jumat, 09.00–15.00 | Senin–Jumat, 09.00–16.00 |
| Medan | Senin–Jumat, 09.00–15.00 | Senin–Jumat, 09.00–16.00 |
Agar persiapan lebih nyaman, sebaiknya ajukan visa jauh sebelum tanggal keberangkatan. Mengurus visa sekitar satu bulan sebelumnya dapat menjadi langkah antisipasi, tetapi waktu ideal tetap bergantung pada persyaratan, jadwal perjalanan, dan estimasi pemrosesan resmi.
Tips agar Pengajuan Visa China Lebih Lancar
Supaya proses pengajuan berjalan lebih teratur, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan.
1. Susun itinerary secara terperinci
Siapkan rencana perjalanan yang jelas, termasuk kota yang dikunjungi, tanggal perjalanan, transportasi, dan akomodasi. Pastikan informasi tersebut konsisten dengan dokumen pendukung.
2. Pastikan data pada dokumen konsisten
Periksa kesesuaian nama, tanggal lahir, nomor paspor, dan informasi lainnya pada formulir serta dokumen pendukung. Kesalahan kecil dapat memicu kebutuhan koreksi.
3. Siapkan bukti keuangan jika diminta
Pastikan dokumen keuangan yang diajukan sesuai dengan persyaratan resmi. Tidak ada baiknya mengandalkan angka saldo tertentu tanpa dasar ketentuan yang jelas.
4. Isi formulir secara lengkap dan jujur
Jangan mengosongkan kolom penting atau memberikan informasi yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Jika ada bagian yang membingungkan, periksa panduan resmi sebelum melanjutkan.
5. Hindari mengurus visa terlalu dekat dengan keberangkatan
Walaupun tersedia layanan pemrosesan cepat dalam kondisi tertentu, waktu penyelesaian dapat dipengaruhi oleh pemeriksaan tambahan atau kelengkapan berkas. Mengurus visa lebih awal memberikan ruang untuk mengantisipasi kendala.
6. Periksa kebijakan visa sebelum membeli tiket
Kebijakan imigrasi dapat berubah. Karena itu, pastikan ketentuan yang berlaku sesuai dengan kewarganegaraan, tujuan perjalanan, dan rute yang akan digunakan.
Baca Juga : Tour China: Eksplor Three Natural Bridges Hingga Fairy Mountain
Jelajahi Destinasi China Bersama Vcation

Setelah memahami persyaratan visa China, kini saatnya merencanakan perjalanan yang menyenangkan ke Negeri Tirai Bambu. China menawarkan pengalaman wisata yang beragam, mulai dari menyusuri jalanan klasik Shanghai, mengagumi kemegahan Tembok Besar China di Beijing, hingga menikmati keindahan alam dan kuliner khas di berbagai kota.
Agar perjalanan lebih praktis, Sahabat bisa mempertimbangkan trip China bersama Vcation by Ventour. Vcation menghadirkan pilihan perjalanan wisata halal yang dirancang untuk membantu Sahabat menikmati destinasi internasional dengan lebih nyaman, termasuk pengalaman menjelajahi tempat wisata, menikmati kuliner halal, dan mengikuti agenda perjalanan yang telah disusun.
Jadi, jangan tunda rencana liburan ke China! Persiapkan dokumen perjalanan sejak awal dan pilih paket wisata yang sesuai dengan kebutuhan. Hubungi tim Vcation sekarang untuk mendapatkan informasi trip China, pilihan paket, jadwal keberangkatan, dan detail fasilitas perjalanan.
Yuk, wujudkan liburan seru ke China bersama Vcation dan ciptakan pengalaman traveling yang berkesan bersama orang-orang tersayang!




[…] Baca Juga : Visa China: Syarat, Biaya, Jenis dan Cara Mengurusnya […]